NAMA : ERNI WIGATI
NPM : 10108714
KELAS : 4KA17
MATA KULIAH : ETIKA & PROFESIONALISME TSI # (SOFTSKILL)
TUGAS II : IT FORENSIK
IT FORENSIK
Pada pokok bahasan kali ini, saya akan menjelaskan tentang IT Forensik. namun sebelumnya kita ulas terlebih dahulu tentang apa itu AUDIT, karena dalam hal ini agaknya IT Forensik memiliki keterkaitan dengan AUDIT.
[-] Pengertian AUDIT
Apa itu Audit ? , terutama Audit pada Teknologi Sistem Informasi Berbasiskan Komputer ?
Menurut pendapat Ron Weber (1999, p.10 ), “ EDP auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determine whether a computer systems safeguards assets, maintains data integrity, achieves or- ganzational goals effectively, and consumes resources effiently”. Jadi secara garis besar audit adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian intern yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik/ tidak disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer. dalam audit juga terdapat istilah audit trail, Audit Trail disini merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencatat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log secara rinci.
[-] Audit sistem informasi dilakukan untuk dapat menilai:
a. apakah sistem komputerisasi suatu organisasi/perusahaan dapat mendukung pengamanan
aset.
b. apakah sistem komputerisasi dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
c. apakah sistem komputerisasi tersebut efektif, efisien dan data integrity terjamin.
[-] Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi:
- Audit secara keseluruhan menyangkut : efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, serta aspek security.
- Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file.
Proses audit sistem informasi dilakukan berdasarkan prosedur melalui tahap-tahap sebagai berikut :
*Perencanaan Audit (Planning The Audit)
*Pengujian Pengendalian (Test Of Controls)
*Pengujian Transaksi (Test Of Transaction)
*Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal
Result) Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit)
[-] Berikut penjelasan dari tahap-tahap Audit :
Perencanaan Audit (Planning The Audit), Perencanaan merupakan fase pertama dari kegiatan audit, bagi auditor eksternal hal ini artinya adalah melakukan investigasi terhadap klien untuk mengetahui apakah pekerjaan mengaudit dapat diterima, menempatkan staff audit, menghasilkan perjanjian audit, menghasilkan informasi latar belakang klien, mengerti tentang masalah hukum klien dan melakukan analisa tentang prosedur yang ada untuk mengerti tentang bisnis klien dan mengidentifikasikanresiko audit.
Pengujian Pengendalian (Test Of Controls), Auditor melakukan kontrol test ketika mereka menilai bahwa kontrol resiko berada pada level kurang dari maksimum, mereka mengandalkan kontrol sebagai dasar untuk mengurangi biaya testing. Sampai pada fase ini auditor tidak mengetahui apakah identifikasi kontrol telah berjalan dengan efektif, oleh karena itu diperlukan evaluasi yang spesifik.
Pengujian Transaksi (Test Of Transaction), Auditor menggunakan test terhadap transaksi untuk mengevaluasi apakah kesalahan atau proses yang tidak biasa terjadi pada transaksi yang mengakibatkan kesalahan pencatatan material pada laporan keuangan. Tes transaksi ini termasuk menelusuri jurnal dari sumber dokumen, memeriksa file dan mengecek keakuratan.
Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal Result), Untuk mengetahui pendekatan yang digunakan pada fase ini, yang harus diperhatikan adalah pengamatan harta dan kesatuan data. Beberapa jenis subtantif tes yang digunakan adalah konfirmasi piutang, perhitungan fisik persediaan dan perhitungan ulang aktiva tetap.
Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit), Pada fase akhir audit, eksternal audit akan menjalankan beberapa test tambahan terhadap bukti yang ada agar dapat dijadikan laporan.Lingkup Audit Sistem Informasi pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya sistem informasi yang ada, yaitu Aplikasi, Informasi, Infrastruktur dan Personil.
[-] Tujuan Audit SI
Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber (1999, p.11-13) dapat disimpulkan secara garis besar terbagi menjadi empat tahap, yaitu:
-Meningkatkan keamanan aset-aset perusahaan.
-Meningkatkan integritas data.
-Meningkatkan efektifitas sistem.
-Meningkatkan efisiensi sistem.
1. Pengamanan Aset
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset.
2. Menjaga integritas Data
Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan.
3. Efektifitas Sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user.
4. Efisiensi Sistem
Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memiliki kapasitas yang memadai.
5. Ekonomis
Ekonomis mencerminkan kalkukasi untuk rugi ekonomi (cost/ benefit) yang lebih bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang).
Berikut ini akan dijelaskan contoh tools audit pada system informasi , salah satu diantaranya adalah IT Forensik :
IT FORENSIK (The Autopsy Forensic Browser )
IT Forensik merupakan Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat),IT Forensik bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta objektif dari sistem informasi, karena semakin berkembangnya teknologi komputer dapat digunakan sebagai alat bagi para pelaku kejahatan komputer. Fakta-fakta tersebut setelah di verifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum, selain itu juga memerlukan keahlian dibidang IT ( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software. Untuk Menganalisis Barang Bukti dalam Bentuk Elektronik atau Data seperti :
- NB/Komputer/Hardisk/MMC/CD/Camera Digital/Flash Disk dan SIM Card/HP
- Menyajikan atau menganalisis Chart Data Komunikasi Target
- Menyajikan atau Analisis Data isi SMS Target dari HP
- Menentukan Lokasi/Posisi Target atau Maping
- Menyajikan Data yg ada atau dihapus atau Hilang dari Barang Bukti Tersebut.
Data atau barang bukti tersebut diatas diolah dan dianalisis menggunakan software dan alat khusus untuk dimulainya IT Forensik, Hasil dari IT Forensik adalah sebuah Chart data Analisis komunikasi data Target. Berikut prosedur forensik yang umum di gunakan antara lain :
[-] Prosedur dalam Forensik IT
Prosedur Forensik yang umum digunakan adalah :
1. Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada
media terpisah.
2. Membuat finerptint dari data secara matematis.
3. Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
4. Membuat suatu hashes masterlist
5. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.
Sedangkan menurut metode Search dan Seizure adalah :
1. Identifikasi dan penelitian permasalahan.
2. Membaut hipotesa.
3. Uji hipotesa secara konsep dan empiris.
4. Evaluasi hipotesa berdasarkan hasil pengujian dan pengujian ulang jika hipotesa tersebut
jauh dari apa yang diharapkan.
5. Evaluasi hipotesa terhadap dampak yang lain jika hipotesa tersebut dapat diterima.
[-] Tools dalam Forensik IT
Spesifikasi Hardware dan Software yang dibutuhkan dalam IT Forensik diantaranya :
(*) Untuk Spesifikasi Hardware :
- Harddisk IDE & SCSI (dengan kapasitas sangat besar, CD-R, DVD drives.
- Memori yang besar (1-2GB RAM)
- Hub, Switch, Keperluan LAN
- Legacy hardware (8088s)
- Laptop forensik workstation
(*) Untuk Spesifikasi Software :
- Viewers (QVP)
- Erase/Unerase tools
- Hash Utility
- Drive Imaging Utilities, dan
- IT Forensik toolkits.
Berikut ini adalah macam – macam contoh software (toolkits) dalam IT forensik :
1. antiword
2. Autopsy
3. binhash
4. sigtool
5. ChaosReader
6. chkrootkit
7. dcfldd
8. ddrescue
9. foremost
10. gqview
11. galleta
12. Ishw
13. pasco
14. scalpel
nah dari 14 software di atas yang akan saya bahas sebagai contoh berkenaan tentang software IT forensik adalah “ Autopsy “.
[-] Autopsy
The Autopsy Forensic Browser merupakan antarmuka grafis untuk tool analisis investigasi diginal perintah baris The Sleuth Kit. Bersama, mereka dapat menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3).
The Autopsy Forensic Browser merupakan tool analisis investigasi digital dengan command line The Sleuth Kit. Mereka dapat menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3). The Sleuth Kit dan Autopsy bersifat Open Source. Autopsy berbasis HTML, hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan koneksi ke server Autopsy dari sembarang platform dengan menggunakan browser HTML.
[-] Mode Analisis pada Autopsy :
• Analisis offline terjadi ketika digunakan sistem analisis khusus untuk memeriksa data dari sistem tersangka. Autopsy dan The Sleuth Kit dijalankan dalam lingkungan terpercaya, biasanya dalam sebuah laboratorium.
• Analisis hidup (live analysis), terjadi ketika sistem tersangka dianalis ketika sedang berjalan. Dalam hal ini Autopsy dan The Sleuth Kit dijalankan dari sebuah CD (SLAX4) dalam lingkungan yang tidak terpercaya Hal ini sering dilakukan selama proses incident response ketika insiden sedang dikonfirmasi. Setelah ia dikonfirmasi, sistem dapat diambil dan dilakuka analisis offline.
[-] Teknik Pencarian Bukti pada Autopsy :
• File Listing
• File Content
• Hash Databases
• File Type Sorting
• Timeline of File Activity
• Keyword Search
• Meta Data Analysis
• Data Unit Analysis
• Image Details
[-] Manajemen Kasus pada Autopsy :
• Case Management
Penyelidikan diorganisir berdasar kasus, yang dapat berisikan satu atau lebih host. Setiap host dikonfigurasi untuk memiliki seting zona waktu dan penyesuaian waktu sendiri, sehingga waktu yang ditampilkan sama seperti yang dilihat oleh pengguna asli. Setiap host dapat berisikan satu atau lebih image filesistem untuk dianalisis.
• Event Sequencer
Kejadian berbasis waktu dapat ditambahkan dari aktivitas file atau log IDS dan firewall. Autopsy mengurutkan kejadian sehingga urutan insiden kejadian dapat ditentukan dengan lebih mudah.
• Client Server Model
Autopsy adalah berbasis HTML dan karenanya anda tidak perlu berada dalam sistem yang sama dengan image filesistem. Hal ini memungkinkan banyak penyelidik menggunakan server yang sama dan terhubung dari sistem pribadi mereka.
• Image Integrity
Sangatlah penting untuk memastikan bahwa file tidak termodifikasi saat analisi.Dan Autopsy secara default, akan membuat nilai MD5 untuk seluruh file yang diimpor atau dibuat. Integritas sembarang file yang digunakan Autopsy dapat divalidasi setiap saat.
• Reports
Autopsy dapat membuat laporan ASCII untuk file dan struktur filesistem lainnya.
• Open Design
Kode Autopsy bersifat terbuka dan seluruh file yang digunakan adalah dalam format raw. Seluruh file konfigurasi dalam teks ASCII dan kasus diorganisir dalam direktori. Hal ini memudahkan proses ekspor dan pengarsipan data. Hal ini juga tidak membatasi anda menggunakan tool lain yang mungkin lebih tepat digunakan untuk menyelesaikan masalah.
KESIMPULAN :
Dengan Demikian dapat disimpulkan bahwa IT Forensik merupakan salah satu bagian dari mekanisme AUDIT terutama dalam bidang teknologi sistem informasi basis komputer, dalam hal ini IT forensik berperan sebagai Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti(metode sebab-akibat) atas pelanggaran keamanan yang terjadi pada suatu sistem informasi basis komputer dengan menggunakan alat bantu tools (software khusus) yang telah tersedia untuk proses IT forensik dan para ahli IT,yang mana hasil dari IT Forensik yang berupa pengumpulan fakta-fakta tadi, nantinya akan diverifikasi untuk kemudian dijadikan bukti-bukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum. atau singkatnya IT forensik dapat diartikan sebagai suatu ilmu atau mekanisme investigasi untuk menemukan segala macam bentuk Kriminal (crime) seperti fakta-fakta pelanggaran keamanan pada suatu sistem informasi berbasis Komputer (bidang IT).
Sumber :
- http://gyakuza.wordpress.com/2011/07/05/itforensik/
- Materi kuliah ITauditForensic.pdf from http://avinanta.staff.gunadarma.ac.id/
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

.jpg)





0 komentar:
Posting Komentar