AWAS , 90 PERSEN TAYANGAN ANAK TIDAK MENDIDIK !

AWAS , 90 PERSEN TAYANGAN ANAK TIDAK MENDIDIK !




Program tayangan anak yang ditontonkan di televisi mayoritas memiliki mutu rendah dan tidak mendidik. Sebaliknya, tayangan itu merepresentasikan unsur kekerasan, mistik, dan konflik yang tentunya akan berdampak buruk bagi psikologi anak.


"Pada akhirnya, juga bisa mengganggu fungsi fisik dan juga motivasi belajar anak" .

"Sembilan puluh persen tayangan anak yang ada mengandung kekerasan dan konflik.

Apa jadinya generasi baru kita jika diumbar tayangan semacam ini selama bulanan hingga menahun?"

Tayangan-tayangan tidak mendidik ini, bahkan rata-rata didominasi oleh tayangan kartun anime dari Jepang seperti Naruto, Avatar, Dragon Ball Z, atau seri Super Hero lainnya.

Lihat saja film Naruto , Avatar , atau Dragon Ball Z yang identik dengan action Perkelahian . seolah seperti mengajarkan anak-anak untuk Berpraktek bagaimana cara Berkelahi yang Baik dan Benar.. :D


Meskipun para penyaji dari pihak statiun TV telah memberlakukan kategori atau golongan dari film-film yang sedang ditayangkan seperti (BO untuk (Bimbingan Orang Tua) , SU untuk (Semua Umur) , D untuk (Dewasa) ). namun siapa bisa menjamin hal tersebut dapat membuat para audience (dalam hal ini anak-anak) lebih selektif lagi dalam memilih tontonan mana yang educatif . karena tidak menutup kemungkinan anak-anak yang masih dalam tahap ingin tahu tersebut merekam , atau bahkan terobsesi untuk mengikuti lakon atau adegan yang ditayangkan.

Tanpa terkecuali film Barbie, yang seolah-olah terlihat manis pun.. ternyata terkadang mengajarkan hal-hal yang buruk misalnya, kelicikan . seperti digambarkan pada adegan bagaimana Kelicikan seorang Nenek sihir terhadap sang tuan Putri atau peran - peran lainnya yang juga didominasi oleh lakon antagonis.


Selain merusak karakter anak, tayangan televisi semacam itu juga dapat mengakibatkan kecanduan pada anak. "Pada akhirnya, juga bisa mengganggu fungsi fisik dan juga motivasi belajar anak. Audience kerap dibuat tidak berdaya akibat kepentingan industri (televisi)". seperti misalnya saja Film naruto yang terdiri dari beberapa seri dari seri awal hingga yang shippuden. . :P hal ini tak jarang membuat anak menjadi ketagihan untuk ingin dan ingin . lagi dan lagi menonton film tersebut (Secara pengen tau bagaimana kelanjutan jalan ceritanya) hehe..


Maka dari itu agak nya kita khususnya bagi para orang tua untuk berhati - hati dalam memilih tontonan bagi keluarga . terutama bagi anak - anak . karena dunia anak - anak sangat rentan sekali . rasa keingintahuan mereka memungkinkan seorang anak lebih terobsesi dan tereksploitasi untuk mencoba hal - hal baru . jadi mulai sekarang pilihlah dan tontonlah hanya pada tontonan yang sesuai serta yang lebih mengarah pada pendidikan, supaya kita tidak merugi kemudian... ;)





written by : ERNI WIGATI (ichdie_nYe.nYi)





inspired and adapted by source : http://www.kompas.com/ , http://www.google.com/ , http://www.wikipedia.com/



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar